Inilah Cara Mengukur Tingkat Kecerdasan Seseorang

 

Cara Mengukur Tingkat Kecerdasan Seseorang
Gambar: ilustrasi daya pikir seseorang

RADARKITA.ID- Tingkat kecerdasan seseorang anak, yang ditentukan secara metodik oleh intelligentia Quotient (IQ), memegang peranan penting untuk kesuksesan seorang anak dalam belajar. Dalam kitab "Ta'limul Muta'allim" hal ini diistilahkan dengan "dzaka" (ذَكَاءٌ) yang berarti kecerdasan (intelegensia).

Diantara faktor yang paling mempengaruhi tingkat kecerdasan adalah garis keturunan (geniti), dalam kitab kuning disebut dengan istilah "nasab". Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika terdapat riwayat-riwayat hadis yang menyatakan bahwa nasab (genetik) merupakan salah satu aspek yang harus dipertimbangkan dalalm masalah pernikahan. Hal ini diafirmasi oleh para ahli, bahwa disamping faktor gizi yang cukup, daya tangkap sangat dipengaruhi genitika yang dibawa dari ayah dan ibu.

Daya tangkap ini (IQ) dianggap tidak akan berubah kecuali ada sebab-sebab yang memperngaruhi fungsi otak seperti kecelakaan, ketuaan dan lain sebagainya. Memiliki IQ yang tinggi dapat memudahkan seorang murid belajar dan memahami berbagai ilmu. Sedangkan daya tangkap yang kurang merupakan penyebab kesulitan belajar pada murid, disamping faktor-faktor lain seperti gangguan fisik (demam, lemah, sakit-sakitan) dan gangguan emosional.


Secara dini untuk menentukan IQ seseorang adalah pada saat ia mulai pandai kata-kata. IQ memiliki hubungan langsung dengan kesanggupan bahasa pada anak. Apabila ada seorang anak dengan IQ yang tinggi mulai masuk sekolah, dengan segera penguasaan bahasa (kata-kata)nya semakin tinggi dan penbendaharaan kosa kasa semakin banyak pula. Para sarjanah penetapkan rumus kecerdasan umum (IQ) sebagai berikut:

    Usia mental anak       X 100 =
Usia sesungguhnya IQ 

Kita ambil contoh anak pada usia 3 tahun telah memiliki kecerdasan anak yang rata-rata baru bisa berbicara seperti itu pada usia 4 tahun itu disebut usia mental. Dengan demikian IQ si anak adalah 4/3 kali 100 adalah 133. (Interpretasi) penafsiran IQ adalah adalah boleh ditambah atau dikurangi 10 karena belum ditemukan percobaan yang lebih tepat untuk mengukur IQ seserang.

  • Genius (diatas 140)
  • Sangat super (120-140)
  • Super (110-120)
  • Normal (90-110)
  • Bodoh (80-90)
  • Perbatasan (70-80)
  • Dugu (50-70)
  • Imbecile/sinting (25-50)
  • Idiot/cacat otak (0-25)

Usia mental biasanya ditentukan dengan suatu serial test, dimana test dari stanford binet adalah yang paling terkenal. Usia sesungguhnya dari anak-anak usia sejak lahir dalam tahun misalnya 5 tahun, 6 tahun, dan 7 tahun. Istilah "genius" paling banyak digunakan oleh psikologi sampai tiba saatnya kelak sang anak dewasa dan memperlihatkan kebolehannya untuk menggunakan IQ diatas 140.

Dapatkan update artikel pilihan dan breaking news setiap hari dari Penapedia.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Penapedia.com Update", caranya klik link https://t.me/penapediacomupdate, kemudian join. Pastikan anda sudah menginstall aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar