Pengertian Organisasi dan Mahasiswa Serta Manfaatnya

 

Organisasi dan Mahasiswa
Gambar: ilustrasi mahasiswa melakukan komunikasi atau berintraksi antar satu sama lain 

Pengertian Organisasi


Menurut Pius Tanto dan M. Dahlan dalam kamus ilmiah, Organisasi adalah penyusunan dan pengaturan bagian-bagian hingga menjadi suatu kesatuan. Sedangkan menurut Sagian sebagaimana yang dikutip oleh Kartini Kartono, Organisasi adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang berkerja sama untuk mencapai tujuan bersama, dan terikat secara formal dalam satu ikatan hierarki di mana selalu terdapat hubungan antara sekelompok orang yang disebut pemimpin dan seorang atau kelompok orang yang di sebut bawahan. Atau dengan kata lain Organisansi adalah sekumpulan orang yang tunduk pada konvensi bersama untuk mengadakan kerjasama dan intraksi guna mencapai tujuan bersama itulah kira-kira seputar pengertian organisasi. Organisasi memiliki manfaat diantaranya ialah:
1). Melatih diri untuk menjadi pemimpin.
2). Melatih diri berbicara didepan forum.
3). Menambah teman dan wawasan ilmu.
4). Membentuk suatu kesholitan antara sesama insan.

Pengertian Mahasiswa


Menurut Pius Tanto dan M. Dahlan dalam kamus ilmiah, Mahasiswa adalah siswa sekolah tinggi. Sedangkan Mahasiswa menurut Ahmad Siboy dan Herlianto adalah masyarakat sebagaimana “bapak dan ibu” serta kakek dan nenek kita. Mereka memiliki kekurangan dan kelebihan. Selain itu Taufik Ismail era 65 mengungkapkan lewat puisi sebagaiamana berikut ini: "Mahasiswa takut dengan dosen, dosen takut dengan dekan, dekat takut dengan rektor, rektor takut dengan menteri, menteri takut dengan presiden, presiden takut dengan mahasiswa". Petikan puisi yang lazim di pekikkan ini mengambarkan betapa mahasiswa memiliki kekuatan dahsyat, orang nomer satu dalam suatu negara berhasil “ditakut-takuti”. 

Adapun salah satu yang pernah rezim oleh mahasiswa dikalangan generasi tua ini dilihat sejak Budi Utomo lahir 1908, dilanjutkan dengan Indonesia Muda 1928, di masa orde baru adalah prasasti sejarah sepak terjang mahasiswa dalam mendepak otoriterisme. Di beberapa negara dunia, seperti revolusi Rusia 1917, juga melibatkan pemuda terpelajar, lenin sediri revolusi di filiphina menumbangkan rezim Marcos, maupun rezim Franco di Spanyol juga melibatkan peran mahasiswa.

Sebagai penulis memang pada kenyataannya oraganisasi dan mahasiswa ini, selalu menunjang tidak boleh dipisah antara kedua-keduanya. Sedangkan mahasiswa yang identik dengan agen of change (agen perubahan) bahkan mahasiswa harus berani menyatakan bahwa mahasiswa tak lagi seperti “Tuhan” yang kita dambakan selama ini. Akan tetapi kita arahkan bersama agar berkesinambungan mahasiswa dengan orang sekitar kita untuk mengawal pemerintah. Hal ini penting kita perioritaskan sebagai bentuk organisasi yang di bawah naungan NU seperti PMII, yang saat ini tempat bersama sebagai wadah untuk berproses di kampus IAI Al-Qolam.

Penulis: Muh. Mukhlis (mantan ketua Rayon "Liberalis" Averrous priode 2016-2017)
________
Sumber:   
Herlianto, Ahmad Siboy. (2014). Mahasiswa Dalam Pergulatan Politik. Cetakan Pertama. Jakarta: Nirmana Media.
Kartono, Kartini. (2014). Pemimpin Dan Kepemimpin Apakah Kepemimpinan Abnormal Itu?. Cetakan ke-20. Jakarta: PT. Raja Gerafindo Persada.
Dahlan, Pius Tanto dan M. Kamus Populer Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Raja Gerafindo Persada. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar