Contoh Soal Essay Tentang Nasikh dan Mansukh Lengkap


Assalamu'alaikum, teman-teman yang baik! Senang sekali bisa berbagi dengan kalian di sini. Hari ini kita akan bahas beberapa pertanyaan menarik tentang Nasikh dan Mansukh. Ayo, simak ya, semoga bermanfaat!

Apa itu Nasikh dan Mansukh Dalam Alquran?

Jadi, apa itu Mansukh? Mansukh itu sejenis hukum yang sudah dibatalkan. Sedangkan Nasikh, itu hukum yang datang belakangan dan menggantikan hukum yang ada sebelumnya. Nah, di dalam Al-Qur'an, kita temuin beberapa hukum Nasikh dan Mansukh ini. Misalnya, pada satu ayat sebelumnya mungkin ada hukum tertentu yang berlaku pada masanya. Tapi kemudian, pada masa berikutnya, turun lagi ayat baru yang membatalkan hukum sebelumnya dan menggantinya dengan yang baru.

Tentu ada hikmah di balik keputusan Allah Subhanahu Wata'ala ini, mengapa Dia menurunkan ayat baru yang menggantikan hukum lama. Nah, kali ini, kita nggak akan bahas panjang soal Nasikh dan Mansukh. Tapi, Insya Allah, di soal berikutnya, kita bakal bahas beberapa pertanyaan menarik seputar topik ini. Yuk, stay tuned!

Contoh Soal Essay Tentang Nasikh dan Mansukh

1. Mengapa Islam mengajarkan bahwa firman Allah ada yang dirubah, dihapus, diganti oleh
Allah (nasikh-mansukh)..? Apakah Allah tidak konsisten dalam menyampaikan firmanNya?
Jawaban :

Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu? (al-Baqarah 106)

Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu). Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh). (ar-Ra'd 38-39)

Perubahan, penghapusan, penggantian risalah bagi setiap umat dalam kitab suci merupakan keputusan Allah melalui utusan yang telah ditetapkan-Nya, karena terkait dengan ruanglingkup ajaran, kondisi umat dan kemampuan mereka dalam menjalankan risalah Tuhan tersebut. Ajaran Taurat dan Injil ditujukan untuk kaum Bani Israil, maka ketika Al-Qur'an diturunkan kepada seluruh umat manusia sebagai kelanjutannya, beberapa syari'at dirobah.

Ketika ajaran Islam diturunkan melalui proses selama 23 tahun, ada syari'at yang ditetapkan dengan cara berangsur-angsur sesuai kemampuan masyarakat Makkah dalam menjalankannya. 

Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syari'at tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syari'at) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus. (Al-Hajj: 67)

Allah yang menetapkan ajaran-Nya yang harus dijalankan manusia, dan Allah juga memiliki
wewenang untuk merubah dan menggantinya. Nasikh-mansukh berakhir pada masa
kerasulan Muhammad SAW. karena setelah itu Allah menetapkan tidak ada lagi nabi dan
rasul yang diutus.

2. Bagaimana makna ayat 27 surat Al-Kahfi dan ayat 42 surat Al-Fushilat?
Jawaban:

Ayat 27: لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَٰتِهِ : Tidak ada (seorangpun) yang dapat merobah kalimat-kalimat-Nya. [Al Kahfi :27],Yaitu kalimat-kalimat Allah yang ada dalam Al-Qur’an tidak akan ada seorangpun yang dapat merobahnya dan menggantinya. Dan begitulah kenyataannya. Semenjak Al-Qur’an diturunkan oleh Allah Azza wa Jalla, tidak ada siapapun yang dapat merubahnya dan menggantinya, kecuali Allah sendiri secara langsung atau lewat rasul-Nya berdasarkan wahyu Allah. Dan ayat ini sama sekali tidak menolak adanya ayat Al-Qur’an yang mansukh sebagaimana telah kami jelaskan di atas.

3. Apakah ada ayat Al Qur'an yg mem-boleh-kan para ulama untuk melakukan nasikh?
Jawaban:

Masalah nasikh mansukh tentunya hak Allah saja.
Contoh masalah ini adalah seperti perpindahan Kiblat/arah sholat kaum muslimin :

Al-Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Al-Barra bin ‘Azib radhiallahu 'anhu: “Pada mulanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam shalat menghadap Baitul Maqdis (Masjidil Aqsha di Palestina) selama enam atau tujuh belas bulan. Dan beliau sangat suka jika diperintah menghadap ke arah Ka’bah. :Nya-firman menurunkan Allah Maka kami Sungguh sering melihat mukamu menengadah ke langit). Maka kemudian beliaupun berbalik menghadap Ka’bah. Lalu berkomentarlah orang-orang yang lemah akalnya di antara manusia, yakni orang-orang Yahudi, seperti disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dulu mereka berkiblat kepadanya?’ Katakanlah: ‘Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus’).


Demikianlah yang dapat kami bahas dalam pertemuang tentang contoh soal essay mengenai Nasikh dan Mansukh. Apabila ada kekurangan kami sangat mohon maaf. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kami sendiri dan juga kepada pembaca semuanya. Wassalamu'alaikum!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar