15 Bait Alfiyah Tentang Cinta dan Rindu


Selain syair-syair yang berisi tentang ilmu nahwu, dalam bait alfiyah ini juga terdapat beberapa syair romantis yang menghiburkan para pembacanya. Bait-bait berisi syair romantis ini membuat para pembacanya terhibur dengan kata-kata yang penuh makna tentang cinta yang sebenarnya.

Oleh Ibnu Malik dalam karangan kitab Alfiyah beliau melalui syarah Ibnu Aqil, kitab ini berisi kata-kata yang penuh makna. Terutama dalam pembahasan kita kali ini adalah mengenai bait-bait alfiyah tentang romantisme cinta dan kerinduan yang hakiki. Oleh karena itu, kitab ini juga menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan karena kata-kata dan syair ini dikarang oleh Ilmu seorang ulama.

Jadi, bagaimanakah bunyi bait-bait cinta tersebut? Yuk mari kita simak!

15 Bait Alfiyah Tentang Cinta dan Rindu

1. Mabuk Cinta
فَلَا تَلْحَنِى فِيْهَا فَاِنَّ بِحُبِّهَا # اَخَاكَ مُصَابُ الْقَلْبِ جَمٌّ بَلَابِلُهْ
Janganlah kamu mencelaku karena mencintainya, maka sesungguhnya terjerat pula kepadanya saudaramu sehingga hatinya dimabuk kepayang.

2. Dilema Cinta
يَلُوْمُوْنَنِىْ فِى حُبِّ لَيْلَى عَوَاذِلِى # وَلَكِنَّنِى مِنْ حُبِّهَا لَعَمِيْدُ
Para pencela itu, mereka mencelaku karena aku mencintai Laila, tetapi cintaku padanya benar-benar kuat (tak tergoyahkan).


3. kekuatan Cinta
وَمَا نُبَالِى اِذَا مَا كُنْتِ جَارَتَنَا # اَنْ لَا يُجَاوِرَنَا اِلَّاكِ دَيَّارُ
”Aku tidak peduli selama engkau mendampingiku, biarpun tiada satu rumah yang menjadi tetanggaku kecuali engkau.”

4. Jodoh Yang Salah
اُطَوِّفُ مَا اُطَوِّفُ ثُمَّ اَوَى # اِلَى بَيْتٍ قَعِيْدَتُهُ لَكَاعِ
“Aku berjalan kesana dan kemari, kemudian kembali kerumah (yang ditunggui) oleh wanita yang buruk perangainya.”

5. Bayangan Kasih
اَهَابُكِ اِجْلَالًا وَمَا بِكِ قُدْرَةِ # عَلَىَّ وَلَكِنْ مِلْءُ عَينٍ حَبِيْبُهَا
“Aku takut kepadamu karena menghargaimu, padahal tiada kemampuan bagimu atas diriku, namun bayangan kasihnya memenuhi mata ini.”


6. Cinta Yang Buta
بَدَتْ فِعْلَ ذِىْ وُدٍّ فَلَمَّا تَبِعْتُهَا # تَوَلَّتْ وَبَقَّتْ حَاجَتِى فِى فُؤَادِى
“Ia tampak seorang yang dimabuk cinta, dan tatkala kuikuti ternyata dia berpaling membuat hatiku sangat kecewa.”


7. Rindu Yang Kuat
وَحَلَّتْ سَوَادَ الْقَلْبِ لَا اَنَا بَاغِيَا # سِوَاهَا وَلَا عَنْ حُبِّهَا مُتَرَاخِيَا
“Dan dia tetap menjadi pujaanku, tiada sekali-kali aku menginginkan selain dia, dan tidak pula cintaku mengendur.”


8. Cinta Sejauh Mata Memandang
تَنَوَّرْتُهَا مِنْ اَذْرِعَاتٍ وَاَهْلُهَا # بِيَثْرِبَ اَدْنَى دَارِهَا نَظَرٌ عَالِى
“Aku pandang dia dari jauh, mulai dari Adzriat, sedangkan keluarganya berada di Yatsrib, dimana rumah yang paling dekat berada jauh dari pandangan mata.”


9. Antara Kerinduan dan Kesedihan
كَرَبَ الْقَلْبُ مِنْ جَوَاهُ يَذُوْبُ # حِيْنَ قَالَ الْوُشَاةُ هِنْدٌ غَضُوْبٌ
“Hampir saja hatiku luluh lantah karena rindu dan sedih ketika para pengadu domba mengatakan (kepadaku) “Hindun marah padamu.”


10. Aku Datang Untuk Meminangmu
و هل فتى فيكم، فما خل لنا* ورجل من الكرام عندنا
“Apakah sudah ada seorang laki-laki di sampingmu * Karena saya belum memiliki kekasih. Kami punyai Seseorang yang mulia.”


11. Logika Cinta
وألف التأنيث ذو القصر متى# زاد على أربعة لن يثبتا
Akal wanita pikirannya itu sangatlah sempit 1% dibanding dengan akal pikiran pria yang 99%. Ibaratnya seluas laki-laki yang boleh memiliki istri empat. Wanita hanya boleh memiliki suami satu.


12. Kerinduan
اَسْرِبَ الْقَطَا هَلْ مَنْ يُعِيْرُ جَنَاحَهُ # لَعَلِّى اِلَى مَنْ قَدْ هَوِيْتُ اَطِيْرُ
Hai iring-iringan burung qotho, adakah yang mau meminjamkan sayapnya kepadaku agar aku dapat terbang menemui orang yang aku cintai.


13. Rasa Penasaran
وَأَلِفًا زِدْ قَبْلَهَا مُؤَكِّدا # فِعْلًا إِلَى نُوْنِ الإِنَاثِ أُسْنِدا
Bila engkau mencintai seorang perempuan, sebelum mengutarakan isi hatimu, tumbuhkanlah rasa penasaran pada perempuan tersebut dengan perilaku yang terpuji.


14. Ilmu dan Cinta
والفتحُ نزرٌ وصِلِ التا والألفْ # بِمَنْ بإثرِ ذا بنسوةٍ كَلِفْ
Sedikit sekali orang yang terbuka hatinya untuk mendalami ilmu agama dan umum, sementara hatinya selalu tertuju pada cowok atau cewek (pacaran) kecuali hanya sebagian kecil yang diperoleh.


15. Memendam Rasa
وَقَدْ كُنْتَ تُخْفِى حُبَّ سَمْرَاءَ حِقْبَةً # فَبُحْ لَانَ مِنْهَا بِالَّذِى اَنْتَ بَائِحٌ
Sesungguhnya engkau telah lama memendam rasa cinta terhadap Samra, maka sekarang ungkapkanlah perasaanmu itu padanya.



16. Cahaya Rembulan Cinta
سَرَيْنَا وَنَجْمٌ قَدْ اَضَاءَ فَمُذْ بَدَا # مُحَيَّاكَ اَخْفَى ضَوْءُهُ كُلَّ شَارِقٍ
“Aku berjalan dimalam hari, sedangkan gemintang telah bersinar, tetapi semenjak wajahmu muncul, maka cahaya wajahmu menutupi semua cahaya.”




Baca juga: Terjemah Kitab Alfiyah Ibnu Malik


Demikian lah yang dapat kami bagikan dalam postingan ini, semoga dengannya kita termotivasi untuk berkehidupan yang berakhlak yang mulian sesuai sunnah Rasulullah SAW.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar